Follow us on Twitter

logo

 


Artikel

Pengidap HIV-AIDS di DIY Terus Meningkat

KRjogja.com, 31 Juli 2010

YOGYA - Jumlah penderita HIV-AIDS di DIY tiap tahun cenderung mengalami peningkatan. Data tahun 2008 menunjukkan 690 mengidap HIV dan 290 positif AIDS, sedangkan di pertengahan tahun 2010 ini, jumlahnya sudah diatas seribu pengidap.

Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DIY, Bondan Agus Suryanto tidak membantah kenaikan jumlah penderita HIV-AIDS tersebut. Namun, sayangnya dirinya tidak mengetahui secara pasti jumlah pengidap hingga saat ini.

"Pokoknya sudah mencapai seribu lebih. Persisnya saya sendiri lupa. Dari jumlah tersebut, penyebabnya 40 persen karena narkoba dan 60 persen karena hubungan seksual," jelasnya saat ditemui usai pengukuhan Forum Komunikasi Peduli Napza di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Sabtu (31/7).

Lonjakan penderita HIV-AIDS tersebut memiliki potensi terjadinya endemik. Hal ini, lanjut Bondan, pola hidup yang semakin terbuka serta pergaulan bebas yang marak di masyarakat. "Hubungan seksual serta narkoba itu terjadi karena kehidupan yang glamour serta kendali pergaulan yang tidak terkontrol. Nah, ini memiliki potensi untuk terjadinya endemik. Apalagi, bagi yang positif AIDS, seumur hidup terus terkena. Berbeda dengan Demam Berdarah yang bisa disembuhkan dalam waktu 3-4 hari," imbuhnya.

Oleh karena itu, guna mengantisipasi lonjakan penderita HIV-AIDS tersebut, pihaknya kini tengah mengoptimalkan pelayanan masyarakat. Strategi yang digunakan Dinkes DIY juga sudah mulai jemput bola.Yakni, dengan melibatkan berbagai LSM yang selama ini dekat dengan komunitas yang rentan maupun yang sudah terserang HIV-AIDS. Selain itu, tempat-tempat yang sering dijadikan mangkal PSK, kaum gay dan lainnya juga tak luput dari sasaran Dinkes.

"Kita berikan layanan kepada mereka. Termasuk melakukan pengecekan, apakah terjangkit atau tidak serta pembekalan bagi yang berpotensi tinggi mengidap HIV-AIDS," terang Bondan.

Sementara itu, pendekatan CST (care, support and treatment) bagi pengidap HIV-AIDS juga akan terus dilakukan. Sejauh ini, sudah ada 3 Puskesmas yang menggunakan pendekatan CST. Diantaranya ialah Puskesmas Gedong Tengen dan Puskesmas Depok.

"Nanti kami juga mengupayakan agar puskesmas dengan CST akan ditambah lagi. Kalau sekarang sudah ada 3, tahun ini kita tambah menjadi lebih dari 3 puskesmas. Khususnya yang ada di Kota Yogya dan Kabupaten Sleman. Karena di dua wilayah tersebut, penderita HIV-AIDS yang paling tinggi," ungkap Bondan. (Dhi)
Powered by Setabur Facebook Comments
 
Share This

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday37
mod_vvisit_counterYesterday46
mod_vvisit_counterThis week83
mod_vvisit_counterLast week387
mod_vvisit_counterThis month1176
mod_vvisit_counterLast month2012
mod_vvisit_counterAll days49213

Online (20 minutes ago): 5
Your IP: 38.107.179.212
,
Today: May 21, 2012

Twitter Update

Facebook Share
Share on facebook
Other Menu

You are not logged in.

Search
Login
Polling Minggu Ini
Pilih Mana, Merah atau Biru?
 
Chatting
User Online
We have 3 guests online