Follow us on Twitter

logo

 


Artikel

Bangga Punya Istri Pengidap HIV

Jakarta, Penderita HIV AIDS selalu mendapat stigma negatif. Sehingga terkadang bukan penyakitnya yang berat tapi 'hukuman' dan diskrimasi dari lingkungan sosial yang menyiksa. Tapi seorang pria, bangga dan tidak malu punya istri pengidap HIV.

Pria bernama Rully ini masih sehat dan tidak tertular meski sudah 3 tahun menikah dengan perempuan pengidap HIV.

Sejak awal pacaran, Rully asal Jakarta sudah tahu bahwa pasangannya, Putri adalah orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Namun hal itu tak menghalangi rasa cintanya, hingga 7 bulan kemudian keduanya menikah dan hidup bahagia sampai sekarang.

"Yang saya tahu istri saya masih sehat, produktif dan pernah punya karir. Saya tidak pernah membedakan karena dia ODHA, sama saja karena semua orang juga bisa kena," ungkap Rully dalam diskusi publik bertema "HIV Positif, Tetap Produktif! Ketahui Status Anda, Lebih Cepat Lebih Baik!" di MU Cafe Sarinah, Jakarta, Selasa (23/11/2010).

Anggapan bahwa jika seseorang berhubungan seks dengan pengidap HIV pasti akan tertular tidak terbukti pada Ruli. Terakhir sekitar 3 bulan lalu ia melakukan voluntary counselling and testing (VCT) atau tes dan pendampingan secara sukarela, ia tidak terdeteksi mengidap HIV.

Bahkan dari pernikahan tersebut Rully dan Putri telah dikaruniai seorang anak yang sehat, tidak terdeteksi mengidap HIV. Program terapi antiretroviral (ARV) yang dilakukan sejak kehamilan trimester pertama sukses menyelamatkan anak itu dari penularan HIV melalui plasenta.

Keberanian Rully untuk membina rumah tangga dengan ODHA tak lepas dari pemahamannya yang cukup memadai tentang penularan dan pencegahan HIV. Sebagai relawan Yayasan AIDS Indonesia, Rully dan Putri tahu betul bagaimana hidup berdampingan tanpa harus saling menularkan penyakit.

Kondisi yang berbeda dialami Putri pada tahun 2006, ketika pertama kali tahu kondisinya. Putri yang waktu itu begitu polos dan tidak tahu apa-apa tentang HIV bahkan tidak terkejut sama sekali ketika hasil pemeriksaan sebelum operasi amandel menunjukkan darahnya terkontaminasi HIV.

"Waktu itu yang penting bisa operasi amandel saja, tidak kepikiran dampaknya akan seperti apa," ungkap Putri yang baru merasakan HIV benar-benar mengubah hidupnya ketika ia dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja tak lama setelah itu.

Putri sendiri bukanlah seorang pengguna narkoba suntik dan tidak mendapatkan virus itu dari pergaulan bebas. Diduga virus itu ditularkan dari almarhum suami pertamanya, yang positif AIDS dan kini telah meninggal akibat komplikasi penyakit.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, Nafsiah Mboi mengatakan risiko penularan HIV pada pasangan suami istri bisa dicegah dan caranya sangat mudah. Setiap kali berhubungan seks harus memakai kondom, kecuali saat masa subur jika menghendaki kehamilan.

"Seks bebas maupun dengan suami istri risikonya sama saja karena virus tidak pernah menanyakan surat nikah. Tapi risiko penularan dari pria ke wanita memang lebih besar dibandingkan dari wanita ke pria," kata Nafsiah.

Penyebaran HIV/AIDS tidak lebih mudah menular dibandingkan hepatitis atau penyakit infeksi lainnya, sehingga tidak perlu mengucilkan penderitanya.
Powered by Setabur Facebook Comments
 
Share This

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday39
mod_vvisit_counterYesterday46
mod_vvisit_counterThis week85
mod_vvisit_counterLast week387
mod_vvisit_counterThis month1178
mod_vvisit_counterLast month2012
mod_vvisit_counterAll days49215

Online (20 minutes ago): 7
Your IP: 38.107.179.210
,
Today: May 21, 2012

Twitter Update

Facebook Share
Share on facebook
Other Menu

You are not logged in.

Search
Login
Polling Minggu Ini
Pilih Mana, Merah atau Biru?
 
Chatting
User Online
We have 3 guests online