Yayasan Karisma
Profil
Drop In Center YAYASAN KARISMA
Program Pengurangan Dampak Buruk Narkoba
Jakarta Timur
Latar Belakang
Pelaporan kasus HIV/AIDS Nasional sampai dengan bulan September 2009 adalah 18442 kasus AIDS dan 7498 kasus AIDS/IDU untuk seluruh Indonesia. Propinsi DKI Jakarta menempati posisi ketiga setelah Jawa Barat dan Jawa Timur untuk jumlah kasus nasional. Persentase menurut cara penularan kasus HIV/AIDS adalah 41% melalui penasun (penggunaan narkoba suntik) tidak steril, 50% seks tidak aman antar lawan jenis, 3% seks tidak aman antar sesama jenis serta 2% melalui transmisi Perinatal. (Sumber Ditjen PPM & PL, Depkes RI)
Selain itu, banyak dari penasun aktif dan telah hidup dengan HIV+ mempunyai pasangan/istri/suami yang aktif secara seksual serta tidak sedikit pasangan/istri yang sedang dalam kondisi hamil. Hal tersebut membawa permasalahan bagi masyarakat pada umumnya. Perilaku penasun yang sering melakukan seks tidak aman menyebarkan HIV/AIDS ke kelompok-kelompok lain dalam masyarakat seperti para pasangan penasun dan anaknya.
Berdasarkan laporan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) DKI Jakarta estimasi jumlah penasun di Jakarta Timur berjumlah 10840 dengan estimasi prevalensi HIV sebesar 49,62%. Besarnya jumlah populasi Penasun di Jakarta Timur akan menjadi faktor risiko penularan HIV terbesar masa kini dan 3 tahun mendatang.
Kita harus mengakui bahwa akses mendapatkan narkoba cukup mudah di kalangan masyarakat, sebagai faktor external yang mempengaruhi awal mula dari ketergantungan bahan adiktif. Selain faktor internal individu seperti kepercayaan diri, pengambilan keputusan yang sehat, dll mempengaruhi seseorang dalam mengambil langkah hidup dengan mengkonsumsi narkoba merupakan pilihan yang sangat mudah untuk melupakan kesulitan secara semu.
Rata-rata usia para penasun adalah sekitar 21-30 tahun dimana diketahui usia tersebut merupakan masa produktif manusia. Kerugian akibat menggunakan narkoba sangat besar. Baik itu yang dirasakan oleh individu maupun masyarakat Indonesia pada umumnya.
Tujuan Umum
Pengurangan Risiko Penularan HIV/AIDS di Kalangan Pengguna Narkoba Suntik melalui Perubahan Perilaku Menyuntik dan Seks yang lebih aman di wilayah Jakarta Timur.
Tujuan Khusus
- Mengurangi perilaku penggunaan alat suntik yang tidak steril yang digunakan secara bersama dengan penjangkauan dan pendampingan
- Mengembangkan layanan-layanan yang dibutuhkan untuk memperkuat perubahan perilaku yang lebih aman
- Mempromosikan penggunaan kondom bagi kelompok sasaran
- Mengembangkan sistem rujukan yang memungkinkan dari layanan yang telah ada (VCT, MK, Layanan kesehatan, dll)
- Merujuk ke pusat pemulihan narkoba/ subtitusi bagi IDU (injection drugs use)/pengguna jarum suntik yang berkeinginan untuk berhenti menggunakan narkoba.
Berkaitan dengan integrasi pendekatan ABC (Abstinence, Be faithful dan Condom) pada setiap kegiatan intervensi, maka Drop In Centre (DIC) Yayasan Karisma mengadopsi dan menjalankan pendekatan tersebut dalam setiap kontak dengan Kelompok Dampingan.
Secara umum Yayasan Karisma akan :
Selalu menginformasikan strategi A dan B, dan perubahan perilaku lain selain strategi C yang selama ini telah dilakukan ke dalam setiap kontak dengan KD (kelompok dukungan) di lapangan sebagai alternatif lain yang dapat digunakan oleh KD dalam pencegahan IMS/HIV.
Tidak mendiskusikan masalah kondom kepada remaja umum di bawah usia 15 tahun, kecuali mereka yang telah seksual aktif dan dalam situasi khusus yang memang membutuhkan diberikannya informasi tentang kondom melalui kegiatan-kegiatan khusus yang dirancang untuk itu.
Semua kegiatan/intervensi yang sasarannya remaja (dibawah 25 tahun) dimana diskusi tentang kondom dilakukan, juga akan memasukkan diskusi tentang A dan B sebagai cara alternatif untuk pengurangan dan penghilangan risiko penularan IMS/HIV.
Distribusi kondom hanya dilakukan kepada kelompok yang berperilaku risiko tinggi dan remaja luar sekolah yang telah aktif secara seksual. Kondom tidak akan didistribusikan di dalam lingkungan sekolah.
Kegiatan
Kegiatan Drop In Center - Yayasan Karisma wilayah Jakarta Timur dimulai sejak bulan April 2004 dan dimulai dari 4 kelurahan di Kecamatan Jatinegara yaitu : Kel. Bidara Cina, Kel. Cipinang Cempedak, Kel. Bali Mester dan Kel. Rawa Bunga, dan saat ini wilayah penjangkauan Yayasan Karisma sudah meliputi 10 Kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Timur
Berikut adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan Yayasan Karisma DIC, berdasarkan buku pedoman pelaksanaan pengurangan dampak buruk narkotik, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA), yang di keluarkan oleh Department Kesehatan.
1. Penjangkauan
Melakukan penjangkauan dan pendekatan kepada populasi pengguna narkoba di wilayah Jakarta Timur dan sekitarnya. Untuk Memberikan informasi HIV/AIDS, Infeksi Menular Seksual dan Narkoba dalam bentuk lisan, leaflet, brosur dan buku.
Sampai saat ini telah dilakukan kegiatan di 10 kecamatan :
- Kecamatan Cakung
- Kecamatan Cipayung
- Kecamatan Ciracas
- Kecamatan Duren Sawit
- Kecamatan Jatinegara
- Kecamatan Kramat Jati
- Kecamatan Makasar
- Kecamatan Matraman
- Kecamatan Pasar Rebo
- Kecamatan Pulogadung
2. Sosialisasi instansi terkait
Melakukan sosialisasi kepada lembaga atau instansi pemerintah setempat mengenai kegiatan dan perkembangan DIC Yayasan Karisma. Kegiatan ini akan dilakukan kepada instansi/lembaga seperti Polres, Polsek, Kecamatan, Kelurahan, dan Instansi lainnya di wilayah Jakarta Timur dan sekitarnya.
3.Layanan VCT/voulentery conseling and test (Konseling dan Tes HIV yang bersifat sukarela)
Layanan ini bekerja sama dengan Perkumpulan Pemberantas Tuberkolosis Indonesia (PPTI), dimana PPTI melakukan mobile VCT ke Yayasan Karisma setiap hari Rabu jam 13:00–15:00 WIB.
4.ManaJemen Kasus (MK)
Pelayanan Manajemen Kasus (MK) lebih terorientasi pada pelayanan kebutuhan ODHA (orang dengan HIV/AIDS), seperti pendampingan, rujukan, dukungan, dll. sampai dengan ODHA tersebut menjadi berdaya.
5.Konseling Adiksi dan Perubahan Perilaku
Dilakukan setiap hari Senin – Jumat di DIC Yayasan Karisma pada pukul 09.00-17.00 wib. Konseling Adiksi dan Perubahan Perilaku bertujuan untuk membantu penasun (penguna jarum suntik) dalam usahanya untuk berhenti dari ketergantungannya.
6.Layanan Kesehatan Dasar dan Jaringan Rujukan Kesehatan
- DIC Yayasan Karisma menyediakan kegiatan pemeriksaan kesehatan setiap hari Senin dari jam 11.00-17.00 WIB
- Kunjungan dokter ke rumah jangkauan yang sakit karena AIDS
- Membangun jaringan rujukan untuk layanan kesehatan (Puskesmas, Rumah Sakit). Rujukan layanan kesehatan yang menjadi rujukan DIC Yayasan Karisma saat ini adalah sebagai berikut:
- PKM Bali Mester
- PKM Kramat Jati
- PKM Matraman
- PKM Rawamangun
- PKM Cakung
- PKM Jatinegara
- PKM Duren Sawit
- RS Dhamais
- RSPAD Gatot Subroto
- RSPI Soelianti Soeroso
- RS Persahabatan
- RS UKI
- RSCM
- RS Duren Sawit
- PPTI(Perkumpulan Pemberantasan TuberkolosisIndonesia)
7.Kelompok dukungan
- Kelompok dukungan bagi ODHA
- Kelompok Dukungan sebaya untuk Penyalahguna Narkoba
- Kelompok dukungan bagi orang tua yang keluarganya penyalahguna Narkoba dan atau HIV positif
Semua dukungan ini berbentuk Support Group yang dilaksanakan setiap hari Kamis, Jam 13.00 WIB.
8.Sosialisasi kegiatan dan Penyuluhan ke kelompok masyarakat
Melakukan diskusi dan Tanya jawab mengenai kegiatan DIC Yayasan Karisma dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan masyarakat sekitar seperti RT, RW, PKK, dll. DIC Yayasan Karisma juga mengadakan penyuluhan bagi masyarakat seperti sekolah, kampus, dll.
9.Layanan Jarum Suntik Steril (LJSS)
Yayasan Karisma memberikan Layanan Jarum Suntik Steril (LJSS) kepada penasun (pengguna jarum suntik) baik di Drop In Center Yayasan Karisma setiap hari Senin-Jum’at, jam 09:00 – 17:00 WIB maupun di lapangan melalui petugas lapangan.
Tujuan Yayasan Karisma memberikan LJSS adalah untuk memutuskan mata rantai penyebaran HIV/AIDS melalui jarum suntik, sehingga penasun tetap bisa aktif memakai jarum suntik yang steril tanpa berganti-ganti jarum dengan temannya.
V. Susunan Tim Penjangkau Masyarakat Drop-In Center Yayasan Karisma
- Direktur Program : Achmad
- Manajer Program : Acih Priyat Wijayati
- Keuangan : Endang Puspitasari
- Manajer Data : Linda Syuenza
- Manajer Kasus : Maria Regina Yessicha & Bonike Islam Mustaqiem
- Konselor Adiksi & VCT : Irwan Octavianto
- Koordinator Lapangan : Sonny Tri Purwanto
- Petugas Lapangan : Muhammad Syafaat, Edward simanjuntak, Ilham Ferdiansyah, Maria Dece, Trisson Manurung, Timotius Hadi
- Janitor : Ismail Burhanuddin
Powered by Setabur Facebook Comments
Last Updated (Monday, 30 November 2009 23:36)
Visitors Counter![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
Online (20 minutes ago): 7 Your IP: 38.107.179.210 , Today: May 21, 2012 |
Twitter Update |





Google
Facebook
Twitter
del.icio.us
Blogger
Rain Concert










